Posted by , 20 Maret 2021

Posted Under: Cerita Dewasa, Cerita Seks, Cerita Selingkuh, Kisah Cinta, Kisah Nyata, Percintaan Terlarang, 3212 Views

Ceria Dewasa Kali ini akan mengisahkan Cerita Cinta Kamar Hotel Bersama Teman SMP, kisah nyata dari pengalaman teman sekolah dulu. Cerita Cinta penuh dosa ini terjadi tahun 2018 lalu, mengisahkan seoarang pemuda lugu lulusan SMA yang merantau di kota Pati. Cerita dewasa aku rindu pada sebuah kesederhanaan teman siswi sekolah SMP yang masih polos dalam cerita cinta penuh dosa.

Cerita Cinta Kamar Hotel Teman SMP

Gambar hanya ilustrasi

Haris adalah pemuda asal Jawa Timur, dan masih berusia 20 tahun kala itu. Dia bekerja sebagai tukang kayu di salah satu gudang mebel di kota Pati, dia di kota itu sudah sekitar hampir tiga bulan. Awalnya dia bekerja seperti biasa layaknya pegawai mebel pada umumnya, hingga suatu hari  ketia ia berada di sebuah konter pulsa.

Sore itu sepulang kerja Haris kebetulan kehabisan paket data internetnya, dia biasanya sepulang kerja bersosmed ria dengan teman sekolahnya dulu. Media sosial Whatsapp dan Facebook adalah sosmed yang paling sering ia gunakan, namun sore itu sialnya kuotanya habis. Lalu ia bergegas ke konter pulsa tempat dia biasa membeli paket internet.

Prolog Cerita Cinta Kamar Hotel Bersama Teman SMP

“Mas ada paket data yang 5GB untuk operator Telk**sel?” Tanya Haris ke penjaga konter.

“Ada Mas, mau yang focher apa yang elektrik?” kata penjaga konter.

“Yang elektri saja, bisa langsung masuk kan?” Tanya Haris kembali.

“Iya, langsung masuk kok” Jawab Mas-mas penjaga konter.

Haris menunggu penjaga konter memasukkan paket data yang dia beli. Lalu tiba2 ia dikejutkan dengan tepukan seseorang dari belakang.

“Mas-mas, bisa tolong bantu gak? motorku gak bisa dihidupkan, gak tau kenapa”. Pinta seorang gadis berseragam SMP sambil menepuk-nepuk punggung Haris.

“Bisa dek, dimana motormu?” Kata haris menyanggupi untuk menolong.

“Itu di gang belakang konter ini.” Kata siswi SMP itu sambil menunjuk keara motornya diparkir.

Kemudan Haris pun bergegas ikut siswi SMP itu kearah motornya, dan sampai dibelakang konter ia mendapati motor vario gadis itu yang tak bisa dihidupkan. Dengan teliti Haris mengecek kontak dan bagian busi, namun motor itu tak kunjung menyala.

Beberapa menit di cek, Haris terlihat nampak bingung mencari apa yang menyebabkan motor siswi smp itu mogok. Kemudian ia mencoba mengecek tangki bensin dan ternyata benar, motor itu mogok karena bensinnya habis.

“Dek motormu mogok karena bensinnya habis, belikan bensin saja nanti pasti menyala.” Kata Haris memberi tahu si bocah SMP itu.

“Berarti spedo meternya rusak mas itu, di jarum penunjuk bensin kan masih di tengah-tengah tapi kok habis.” Jelas siswi SMP tersebut.

“Iya paling, tapi di tangki kosong makanya gak bisa nyala.” Kata haris menegaskan.

“Tapi Mas, aku gak bawa uang, mas bisa tolong saya pinjami uang? Janji besok tak kembalikan.” kata siswi itu sambil menunduk malu.

“Ya sudah, kamu tunggu disini sebentar ya, tak belikan dulu disitu.” Kata haris sambil menunjuk ke arah konter yang memang jualan bensin juga.

Perkenalan Haris Dengan Seorang Siswi SMP

Lalu Haris bergegas berjalan ke arah konter dengan maksud akan membeli bensin dan membayar paket kuota yang tadi belum dibayar.

“Mas paketannya sudah masuk,  berapa harganya mas? dan sekalian sama beli bensin sebotol.” Haris berkata ke penjaga koter.

Setelah membayar paketan dan bensin, Harispun kembali menemui siswi SMP itu, kemudian mengisi bensin ke tangki motornya. Dan setelah itu mencoba menghidupkan motor, hingga akhirnya motor itu dapat menyala.

“Udah bisa nyala dek, memang kamu mau pulang kemana?” Tanya Haris sembari menyerahkan kotak sepeda vario itu.

“Rumahku Randukuning Mas.” Jawab siswi itu sambil tersenyum.

“Randukuning kan masih lumayan jauh, ya sudah langsung pulang saja nani kesorean kamu pulangnya dicariin ortumu”. Haris berkata sambil membalas senyum siswi SMP itu.

“Iya mas ini mau langsung pulang, tapi uang mas bagaimana? besok tak ganti yah”. Kata gadis itu sambil tersipu.

“Alah gak usah, yang penting motormu sudah bisa nyala dan kamu bisa pulang.” Kata pemuda itu meyakinkan.

“Ya gak lah mas, huta ya harus dibayar. Aku minta WA mas besok tak hubungi untuk mengembalikan uangnya.” pinta gadis itu meminta kontak.

“Ya sudah, ini catet…” Haris menunjukkan layar ponselnya yang berisi nomor kontaknya.

Lalu gadis SMP itu kemudan mencatat kontak Haris di ponselnya, dan bergegas menuju arah pulang. Begitupun Haris juga melenggang pulang ke kostnya untuk mandi dan beristirahat.

Malam harinya ketika Haris sedang berbaring di kamar kostnya, terdengar HPnya berbunyi. Awalnya dia mengira paling hanya teman sekolahnya dulu yang mengirim pesan WA seperti biasanya. Haris masih tetap cuek dan asik mendengarkan lagu yang ada di playlistnya.

Pesan WA Tak Terduga dalam Cerita Cinta Kamar Hotel

Waktu menunjukkan pukul 10 malam, Haris berniat mematikan musiknya dan berniat untuk tidur lebih awal karena esok harus bekerja. Ketika ia hendak menutup ponselnya, ia melihat ada 3 pesan WA yang belum terbaca dari sebuah nomor tak dikenal.

Ia lalu membuka pesan tersebut yang berisi:

“Mas aku Wulan yang tadi mas tolong”

“Terima kasih susdah mau membantu”

“Besok uang mas akan saya kembalikan, besok tak hubungi lagi.”

Ternyata WA tersebut adalah pesan dari siswi SMP yang sore tadi ia tolong, yang ternyata bernama Wulan. Lalu Haris membalas dengan mengiyakan sembari memperkenalnyan namanya, karena tadi sore mereka lupa belum saling kenalan.

Keesokan harinya, Wulan mengajak janjian ketemuan di belakang konter sepulang sekolah, namun Haris tidak bisa karena belum pulang kerja. Kemudian haris menawarkan mengajak ketemu jam 4 sore sepulang kerja, dan Wulan mengiyakan.

Haris bergegas kebelakang konter selepas absen pulang kerja, dan ketika sampai di situ ia mendapati Wulan sudah menunggunya. Wulan masih memakai seragam sekolah, sambil duduk diatas motornya di pinggir jalan belakang konter.

“Hai, sudah dari tadi? Kamu kenapa gak langsung pulang aja tadi? aku pulang kerjanya kan sore, emang kamu gak dicari ortumu kalau pulang telat?”. Haris berkata menyapa sambil ngomel.

“Kan aku pengen ketemu mas, kalau aku pulang nanti malah bolak balik. Lagian ortuku pergi ke Malang ada acara keluarga dan aku dirumah sendirian.” Kata Wulan menjelaskan.

Lalu mereka saling mengobrol, dan Haris mengajak Wulan makan di warung angkringan sebelum akhirnya Wulan berpamitan pulang. Dan begitu juga dengan Haris pun pulang ke kostnya yang tak jauh dari tempat mereka makan.

Kejadian Tak Terduga Dalam Cerita Cinta Kamar Hotel

Setelah mandi dan ganti baju, Haris rebahan di kamar sambil membayangkan wajah Wulan yang tadi ia ajak makan. Wajah ayu dan polos gadis itu ternyata membuat Haris tertarik meski baru mengenalnya, kepolosan dan lembut suaranya kini terngiang di kepalanya.

Sedang asik melamun, Haris dikagetkan dengan bunyi hpnya karena ada telepon masuk, yang ternyata telpon itu berasal dari Wulan. Kemudian dengan secepat kilat Haris mengangkat panggilan itu.

“Halo, ada apa Wulan?” Kata Harsi membuka percakapan.

“Mas, aku malah gak ditinggali kunci rumah. Aku bingung harus bagaimana, aku tidur dimana?”. Kata Wulan panik dalam telepon.

“Loh, lha terus bagaimana, aku bisa tolong apa? kalau mau nginep di kostku kayaknya gak bisa, soalnya sini kost khusus cowok.” Kata Haris menjelaskan.

“Emh…. aduh gimana ya…..” Wulan makin panik.

“Kalau misal kamu tidur di kamar penginapan saja bagaimana? mau atau tidak?” Haris menawarkan solusi.

“Aku mana punya duit mas buat bayar penginapan.” Kini Wulan tambah panik.

“Ya sudah, share lokasi kamu tak samperi buat antar uangnya. Kamu gak usah panik Wulan.” Jawab Haris menenangkan Wulan yang sedang panik.

Wulan Minta Ditemani Tidur

Setelah menutup telpon, Wulan membagikan lokasinya via Wa dan Haris pun langsung bergegas menuju tempat Wulan. Sesampainya di tempat Wulan, ternyata benar lingkungannya sepi kerena pada ikut acara keluarga ke Malang.

“Terus ini bagaimana Wulan, kamu mau kan tidur di penginapan biar aku yang bayar.” Tawar Haris memberi solusi.

“Mau sih mas, tapi aku kan takut kalau sendiri.” Wulan menunduk dan bingung.

“Masa nginep di kamar penginapan aja takut, kan tinggal tidur aja.” Kata haris ngeledek.

“Emang mas tega, naruh aku sendiri di kamar penginapan?” Kata wulan sambil menatap tajam ke Haris.

“Ya bukannya gitu, aku malah gak enak sama kamu sebetulnya. Memang Wulan mau aku temani?” Haris menawrkan diri untuk menemani.

“Bener mau menemani?” Tanya wulan memastikan.

“Iya beneran, ya sudah ayo cari kamar penginapan aja sekarang biar gak kemalaman.” Kata haris mengajak bergegas.

Mereka berdua berangkat mencari penginapan terdekat, merekapun memesan sebuah kamar untuk Wulan beristirahat dan merekapun masuk kamar.

“Wulan, kamu mandi dulu gih, biar gak capek dan badanmu seger.” Haris menyarankan Wulan mandi.

Wulan pun mandi, dan Haris duduk merokok di depan kamar. Tak lama Wulan pun selesai mandi dan terdengar menyalakan TV yang tersedia di kamar itu. Kemudian Wulan mengajak Haris masuk kamar  untuk nonton TV bareng.

Waktupun sudah menunjukkan jam 9 malam lebih, setelah lelah nonton TV dan mengobrol Haris yang kecapean berpamitan untuk istirahat.

“Kamu tidur di atas kasur, aku biar tidur di bawah. Kamu jangan begadang besok kan sekolah”. Kata haris yang sudah kelihatan mengantuk.

“Iya mas, sebentar lagi.” Jawab Wulan.

Tak lama berselang, Haris pun tertidur pulas dan Wulan memandanginya dari atas kasur. Wajah Haris yang tampak lelah membuat Wulan iba, dan ia berniat membangunkan Haris agar pindah tidur di kasur.

“Mas… mas… bangun…. temani aku tidur diatas… aku takut….” Kata Wulan sambil menepuk-nepuk Haris.

Rasa Iba Penumbuh Gairah

Haris yang masih setengah sadar pun bangun dan naik ke ranjang lalu tidur lagi saking lelahnya. Wulan terus menatap Haris yang tertidur pulas disampingnya, kemudian ia memberanikan diri untuk mengelus kepala Haris.

Tak puas mengelus kepala, Wulan pun berpindah mengelus pipi Haris, beberapa kali mengelus pipinya Haris pun kaget dan terbangun.

“Ada apa Wulan? kamu kok belum tidur?” Tanya haris.

“Sebentar lagi mas… Terima kasih ya mas sudah mau nolongin Wulan.” Kata wulan sambil tetap mengelus pipi Haris.

Haris pun Hanya diam dan menatap Wulan yang masih mengelus pipinya. Karena terus saling bertatapan, dan merasa saling tertarik, Wulan pun perlahan menundukkan kepalanya ke arah Haris. Tak sadar akan yang ia rasakan Wulan pun kini sudah mencium bibir Haris dengan lembut.

Haris hanya terdiam, sambil terpejam menikmati ciuman dari Wulan sambil sesekali menghisap lidah Wulan. Kini tangan Haris yang giliran meraba bagian dada Wulan, yang ternyata sudah mengencang. Haris terus meremas lembut dada Wulan, sesekali terdengar suara desahan nafas Wulan yang tak beraturan.

“Mas buka baju boleh? aku merasa gerah dan berkeringat soalnya.” Sela haris sambil melepas ciumannya.

Haris melepas bajunya, kemudian dia duduk menyandarkan diri di sekat ranjang. Wulan berdiri dan duduk di pangkuan Haris yang tengah selonjor.

“Dadamu membuat aku jadi merasa ingin menciumnya mas”. Kata Wulan berbisik di telinga Haris.

Saling Menelanjangi Dalam Cerita Cinta Penuh Dosa di Kamar Hotel

Cerita Cinta Penuh Dosa Siswi SMP

Gambar hanya ilustrasi untuk menjelaskan cerita

Haris hanya tersenyum, tanda ia mengiyakan apa mau Wulan. Tangan Haris kini bergerak melucuti kancing baju Wulan yang masih mengenakan seragam karena tidak membawa baju ganti. Wulan tak berkata apapun, yang mengisyaratkan dia tidak keberatan akan hal itu.

Kini mereka berdua saling telanjang dada dan asik bercumbu. Beberapa lama bercumbu, Haris seperti tak kuat membendung syahwatnya. Kini rok dan celana Wulan dilucuti dengan perlahan hingga kini siswi smp itu tengah telanjang bulat tanpa baju dan celana.

Tak mau kalah, Wulan pun kini melepas kancing celana Haris dan hendak gantian menelanjanginya. Dalam keadaan tanpa busana mereka berdua saling bercumbu sambil saling menjilati leher satu sama lain.

“Mas boleh hisap dada kamu Wulan?” Tanya Haris agak ragu.

“he’em…..” Wulan hanya mengangguk dan tersenyum.

Haris langsung mencaplok payudara kanan Wulan sambil menghisap-hisapnya, dan tangan kanan Haris meremas-remas payudara kiri Wulan.  Siswi SMP itu memejamkan mata sambil mendenguskan nafasnya yang menceritakan gairahnya, pertanda ia menikmati perlakuan Haris dengan cinta penuh dosa.

Wulan merasakan kehangatan batang Haris yang hangat dan mengeras, yang ada disela kedua pahanya. Karena Wulan masih duduk diatas pangkuan Haris yang tengah selonjor.

“Mas enak banget….” bisik Wulan ditelinga Haris.

“Mas boleh aku pegang itunya mas?” bisik gadis SMP manis itu meminta ijin.

Haris melempar senyum tanda pinta siswi SMP itu disetujui. Lalu gadis yang kini bernafsu itu berdiri dan ganti posisi menunduk mendekatkan kepalanya ke arah kemaluan Haris.

Awalnya Wulan hanya memegang dan meremasnya saja, karena merasa gemas gadis manis itu lantas memasukkan batang Haris kedalam mulutnya.

“Ah…. Wulan…. Lidahmu jangan digerakkan cepat-cepat… geli banget…” Desah Haris kegelian.

“Habis gemes banget mas, tapi mas suka kan?”. Jawab indah sambil tersenyum.

Saling Memuaskan Dalam Cerita Cinta Penuh Dosa

di Kamar Hotel

Setelah puas emut batang Haris, Wulan kini berbaring karena capek. Kini giliran Haris yang membenamkan kepalanya di sela-sela paha Wulan berniat untuk menjilat apem basah Wulan.

“Geli mas… jangan cepat-cepat, nanti aku pipis lho…” rintih Wulan merasa kegelian.

Namun Haris tak menghiraukan rintihan wulan, dengan bernafsu ia menjilat apem Wulan dengan cepat. Dan Cur… cur… cur… Wulan pun Terkencing di wajah Haris.

“Aduh mas… aku lemes banget….” kata Wulan gemetaran.

Sementara Wulan masih mengangkang lemas, kini Haris mengarahkan rudalnya ke liang apem gadis itu. Karena sudah licin, Haris dengan leluasa mendorong peluru hangatnya menembus goa Wulan. Nampak Wulan meringis dan terpejam, mungkin karena ini kali pertama melakukan hal itu.

Dengan pelan dan sabar, haris memaju mundurkan batangnya yang hanya dapat masuk sebagian. Namun kini Wulan tampak menikmati karena terbersit senyum di wajahnya,  lalu Harispun mempercepat genjotannya.

Deru desahan kian menggema di dalam kamar penginapan malam itu, dua sejoli itu saling menggenjot dalam lautan nafsu. Hanya sebentar saja Wulan sudah mengalami orgasme tiga kali, dan kini Haris pun merasa ingin memuntahkan spermanya.

“Ah… Wulan… aku mau keluar….. aku keluarin dimulutmua ya…” Desah haris masih dalam posisi menggenjot Wulan.

“Iya mas…” jawab Wulan setengah berbisik.

Dengan semangat 45 Haris meper cepat genjotan karena ia merasa akan keluar. Dan giliran Haris kini akan mengalami orgasmenya.

“Ah…… buka mulutmu Wulan, aku mau keluar…..” Kata Haris sembari menarik burungnya dari sarang Wulan.

Wulan pun dengan sigap langsung memuka mulutnya, dengan lidah terjulur keluar bersiap menerima tembakan burung Haris.

“Ahhh… Aaa…hhh… Ah…. Enaknya…” Desah haris sambil mengocok batangnya dan memuntahkan cairan kental dimulut Wulan.

Wulan menelan semua cairan yang tumpah dalam mulutnya sambil melempar senym. Dan itulah akhir malam dalam Cerita Cinta dalam Kamar Hotel penuh dosa oleh seorang pemuda dengan remaja SMP.

Setelah itu mereka saling berpelukan dan terlelap tidur hingga pagi.

Tentang Penulis (3)

Administrator

Related Posts