HomeCerita Dewasa, Cerita Seks, Cerita Selingkuh, Kisah NyataKisah Cerita Istri Selingkuh Ditengah Pandemi Berujung Poligami

Posted by , 14 Februari 2021

Posted Under: Cerita Dewasa, Cerita Seks, Cerita Selingkuh, Kisah Nyata, 12808 Views

Kisah ini adalah cerita seks dewasa istri selingkuh berdasarkan pengalaman pribadi seorang teman, sebut saja namanya Zul (bukan nama sebenarnya) dan kami angkat menjadi sebuah cerita perselingkuhan istri berdasar persetujuan narasumber.

PART I

Tukang Cilok Hoki Disedot Gadis SMA

Awal Mula Kisah Cerita Istri Selingkuh Part 1

cerita istri selingkuh
Gambar hanya ilustrasi untuk bumbu cerita.

Dalam cerita dewasa istri selingkuh ini si Zul adalah seorang pemuda desa yang berusia 29 tahun, dia memiliki seorang istri bernama Leni yang berusia tiga tahun lebih muda darinya. Zul dan Leni menikah sudah lima tahun dan memiliki seorang putri bernama Zeni yang baru berumur hampir empat tahun.

Cerita istri selingkuh ini berawal pada April 2020 lalu ketika gencar-gencarnya wabah pandemi Covid-19 melanda Indonesia, dan semua stasiun televisi dan media menyiarkan dengan bertubi-tubi sehingga membuat rakyat dinegeri ini dilanda ketakutan akan wabah ini.

Imbas dari wabah Corona ini sangat memukul untuk buruh pabrik di ibukota seperti Zul, kegiatan pabrik semua dihentikan, akibatnya bos pabrik mengalami kerugian dan dalam tiga bulan setelah pandemi Zul pun ahirnya di PHK.

Zul Pun dengan terpaksa pulang kampung dengan membawa pesangon PHK yang tak seberapa, dia berangan-angan uang pesangon tersebut akan dipergunakan untuk modal membuka usaha sendiri walau kecil-kecilan.

Sesampai dirumah Zul menceritakan semua keluh kesah yang dia alami diperantauan kepada istrinya, dan karena masih kelelahan si Zul minta dipijit untuk melepas penat dan istrinya pun mengiyakan, dan si kecil Zeni pun ikut nimbrung memijit sang ayah sambil bersenda gurau hingga mereka semua tertidur lelap setelah terlebih dahulu makan malam bersama.

Keputusan Bisnis Mengubah Nasib

Keesokan harinya Zul berniat mengajak istrinya berunding tentang membuka sebuah usaha kecil-kecilan dengan modal uang pesangon yang ia dapat, Leni istri zul pun ahirnya membuat keputusan membuat usaha kuliner Cilok kuah dan Es buah keliling.

Singkat cerita usaha Zul dan istrinya berjalan lancar dan laris setiap harinya, hal itu karena banyak orang berada dirumah setiapharinya dikarenakan adanya pandemi Covid-19, jadi setiap kali Zul masuk pemukiman warga untuk jajakan dagangannya selalu disambut antusias oleh warga.

Suatu hari Zul membawa dagangan yang lebih banyak dari biasanya karena Leni sang istri mengusulkan untuk membuat cilok lebih banyak agar pemasukan bertambah dan Zul pun mengiyakan.

Namun karena dagangan lebih banyak dari biasanya Zul pun tak dapat menghabiskan dagangn meski sudah melewati semua rute perkampungan yang biasa ia lewati. Mau tak mau Zul harus mencari perkampungan lain untuk menghabiskan sisa dagangannya.

Akhirnya Zul memilih desa Papasan yang jaraknya tak jauh dari desa terahir yang biasa ia kelilingi untuk berjualan, namun di desa Papasan ini daerahnya agak sepi karena warganya kebanyakan perantauan.

Di desa papasan ini dia berkeliling hampir disemua gang namun pembeli hanya satu dua pembeli. Karena kecapean Zul beristirahat disebuah pos jaga yang sedang sepi, sambil duduk merokok dan melepas lelah ia tiba-tiba dikagetkan dengan teriakan suara seorang gadis memanggil.

“Mas… Mas… Ciloknya masih?” panggil seorang gadis yang rumahnya terletak disebrang jalan depan pos jaga tempat Zul beristirahat.

“Masih dek… mau beli?” Tanya Zul sembari menawarkan dagangannya.

“Iya mas… buatkan satu, tapi jangan terlalu pedas.” Pinta gadis itu sambil berlari menghampiri.

Setelah Zul membuatkan satu porsi dan diserahkan gadis pembeli dan si gadispun membayar dan duduk di pos jaga sambil makan. Gadis itu makan cilok tapi pandangannya kosong seperti sedang melamun.

“Makan kok sambil melamun dek, nanti keselek lho…” gurau Zul ke gadis itu.

“Iya nih mas, sekolah online membuat pusing. Banyak tugas tapi gak faham materi karena gurunya tidak menjelaskan.” jawab gadis itu yang ternyata bernama Putri setelah Zul meminta berkenalan ditengah-tengah obrolan.

“Memang tugas mata pelajaran apa dek Putri, kali aja mas bisa bantu.” tawar Zul sembari duduk memainkan HP dan merokok.

“Tugas Akuntansi mas, beneran mas bisa bantu?” tanya putri meminta kepastian.

“Kebetulan saya dulu IPS juga jurusannya waktu sekolah, emang dek Putri kelas berapa?” Tanya Zul setelah memberi kepastian bisa membantu.

“Saya kelas 12 mas, bentar tak ambil bukunya.” Jawab Putri bahagia karena akan dibantu.

“Wah mau lulus dong, kan sudah kelas 12” gurau Zul sambil menunggu Putri mengambil buku.

Tak lama setelah Zul melihat buku dan membantu mengerjakan semua tugas Putri hingga selesai, Zul pun menyerahkan buku tugasnya untuk dicek sudah benar apa belum.

“Wah bener mas kayak gini seperti yang dicontoh, tapi aku gak tau penjabarannya, makanya aku jadi bingung.” Putri kegirangan melihat semua tugasnya terselesaikan.

“Makanya belajar biar faham, mudah aja kok tinggal lihat contoh tabel jurnal perhitungan untung rugi dan menjumlah dan mengurangi tergantung perhitungannya untung apa ruginya.” Penjelasan Zul mencoba menjelaskan.

“Heem mas, makasih ya… Eh boleh minta No WAnya gak mas, biar nanti kalau ada tugas lain yang aku gak bisa nanti bisa minta tolong masnya.” pinta Putri sembari bersiap mencatat kontak Zul.

Setelah Zul memberikan kontak WAnya, iapun akhirnya berpamitan untuk melanjutkan keliling menghabiskan dagangannya. Setelah sore ZUl pun ahirnya dapat menghabiskan dagangannya dan bergegas pulang.

Bagian Wik-wik Zul dan Leni dalam Kisah Cerita Seks Dewasa Istri Selingkuh

Sesampai dirumah ia pun mandi dan makan bersama anak dan istrinya, setelah itu bersantai sambil beristirahat menonton acara televisi dengan keluarganya.

Setelah anakny tidur, sang istripun memijit kaki Zul sembari nonton tv. Zul pun merasa senang lalu memeluk dan mencium sang istri setelah selesai memijit.

“Mas, garasinya basah dan becek nih, gak pengen masuk garasi mobilnya?” Kata Leni sang istri memberi kode mengajak Wik-wik.

“Wah ayo dek, mobilnya memang lagi pengen diparkir dari kemarin” Jawab Zul menanggapi kode ajakan Wik-wik sang istri.

Setelah itu Zul dan istrinya pun masuk ke kamar, untuk ritual mantap-mantap.

“Mas, sini biar perseneling mobilnya aku emut dulu, sudah lama kan gak aku hisap.” Pinta manja sang istri.

Zul pun bergegas membuka seluruh pakaiannya dan berbaring terlentang pasrah untuk dieksekusi persenelingnya.

“Jangan teriak ya mas, mau aku hisap cepat-cepat, soalnya aku gemes lama gak merasakan hangatnya batangmu dimulutku.” bisik sang istri ke Zul.

Zul tak sanggup berkata apa-apa hanya bisa mengangguk pasrah.

“Udah keras banget mas, garasinya juga sudah banjir, langsung masukin aja ya mas mobilnya.” bisik istrinya sambil memposisikan diri untuk gaya WOT (women on top/gaya ceweknya ngangkang diatas).

Setelah beberapa saat menggenjot dan menggoyang sang istripun mengejang dan mendesah yang menandakan sudah mencapai puncak orgasme pertamanya dengan dahsyat.

“Ah…. mas….. enak banget………” desah dan gumam Leni sambil menekan dalam-dalam kemaluannya hingga menghujam mentok dipangkal batang sang suami.

“Gantian kamu yang dibawah sambil nungging ya dek.” Pinta Zul menyuruh sang istri untuk persiapan gaya senggama dari belakang atau biasa disebut Doggy Style.

Segera Zul memposisikan batang kemaluannya masuk kedalam lubang istrinya, awalnya dia hanya menggenjot keluar masuk pelan karena kasihan istrinya masih lemas karena habis orgasme.

Namun setelah beberapa waktu Zul sudah mulai memuncak birahinya, iya menggenjot cepat-cepat sambil meremas dada besar istrinya yang sudah mengencang dari tadi.

Dan sesekali Zul menghentakkan hujaman batangnya dalam-dalam sambil menekan keras hingga sang istri mengejang untuk yang keduakalinya orgasme.

“Aduh mas kalau pas kamu tekan rasanya seperti melayang dan nyawaku mau lepas rasanya.” Gumam sang istri merasa kenikmatan orgasme yang keduakalinya.

Setelah hampir satu jam gonta-ganti gaya, ahirnya si Zul akan menyusul ejakulasi, iya mempercepat genjotannya sampai Leni istrinya tak sadar teriak karena refleks. Dan Zul pun berhasil muncrat dengan dahsyat dalam garasi hangat istrinya, dan keduanya pun merasa bahagia dan berpelukan.

Tak lama setelah senggama istrinya pun tertidur karena kelelahan, saat itu waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam lebih, namun Zul belum bisa tertidur meski capek.

Tiba-tiba ada pesan Whatsapp masuk dari nomor baru yang belum tercatat di kontak, ia bergegas memeriksa pesan WA tersebut.

“Malam mas, lagi apa?..” isi WA dari nomor tersebut.

Zul penasaran dan membalas menanyakan siapa yang mengirim pesan, dan ternyata pesan WA tersebut berasal dari Putri, gadis yang beli Cilok dan dibantu tugas sekolahnya Zul tadi siang.

“Lagi rebahan aja dek Putri, kamu jam segini kok belum tidur?” jawab Zul sembari balik bertanya.

“Gak bisa tidur mas, maklum dirumah sendirian…” jawab Putri.

“Loh… Kok dirumah senririan, memang bapak dan ibumu dimana?” tanya Zul heran.

“Bapak merantau di Jakarta dan ibu jadi TKI di Arab sudah lama..” Putri menjawab dan sepertinya sedang sedih.

“Berarti kamu benar-benar sendirian dirumah?” Tanya Zul memastikan.

“Ada sama kakak tapi jarang pulang, dia lebih suka tidur dirumah teman-temannya. belum tentu seminggu sekali pulang.” Jawab Putri menerangkan keadaan keluarganya.

“Sebaiknya kamu istirahat saja dek Putri, mas capek soalnya habis gitu sama istri barusan dan sudah ngantuk juga soalnya besok harus masak buat cilok dan keliling buat jualan.” pinta Zul ke putri agar istirahat.

Namun diluar dugaan, yang direspon Putri malah keterangan Zul soal habis wik-wik dengan istrinya, putripun seolah kepo dan bertanya,

“Memangnya kalau habis gituan capek? masa iya sih mas? Gak pengen nemani Putri dulu sampai Putri ngantuk?”

“Jelas capek lah, Bocil mana faham yang begituan… Pengen nemani tapi mas besok kan harus kerja, jadi harus istirahan untuk mengumpulkan tenaga buat besok” Jawab Zul sekenanya.

“Iiiiihhhh… Jahat masnya, masa Putri dibilang bocil, Putri udah gede tau, kemaluan Putri aja udah ada bulunya..” jawab Putri gak terima diledek.

Sontak Zul kaget, dalam hati Zul bergumam “kenapa ni perempuan bawa-bawa soal bulu kemaluan segala ya..”.

“Ah masa iya sudah ada bulunya, coba sini fotoin kirim ke mas” canda Zul meledek Putri.

Setelah balasan Zul yang terahir, putri tak ada membalas sudah hampir 10 menit, dan ZUl masih menunggu. Karena agak mengantuk ahirnya Zul berniat mengucapkan chat perpisahan dan ingin segera tidur.

Intermezo Cerita Dewasa Istri Selingkuh

“Putri ketiduran ya? ya sudah selamat beristirahat, mas tidur dulu ya, dah ngantuk nih..” Chat Zul ingin mengahiri percakapan dan ingin segera tidur.

Zulpun berniat akan mengecas HPnya dan akan segera tidur, iapun memasukkan kabel charger ke hp dan menaruh HPnya di samping tempat tidurnya, baru saja ia menaruh HP tiba-tiba ada pesan masuk dan ternyata itu dari Putri.

Penjual Cilok itu membuka pesan itu dan kaget tersentak, karena isi pesan tersebut berisi foto kemaluan Putri yang basah menganga penuh lendir, dan dibawah foto tertulis pesan “maaf mas kalau ngirim fotonya lama, soalnya tadi aku elus-elus dulu biar basah baru aku fotoin dan dikirim ke mas.”.

Zul bingung dan masih shock melihat gambar vagina Putri yang masih khas gadis remaja, yang ditumbuhi bulu-bulu halus yang hanya beberapa helai dan dalam kondisi terbuka kelihatan lubangnya basah karena cairan kewanitaanya tanda dia sedang terangsang.

“Put, itu beneran punya kamu?” tanya Zul tak percaya dengan apa yang ia lihat.

“Iya beneran mas, jelek ya… maaf deh, hapus aja kalau jelek” Balas Putri dalam Chat itu yang sepertinya sedang berkecil hatia.

“Gak jelek kok, malah bagus, indah banget… mas cuma heran sepertinya masih belum pernah tersentuh cowok ya?” Zul mencoba mengendalikan situasi.

“Putri belum pernah pacaran, jadi belum pernah disentuh cowok mas” jawab Putri menjelaskan.

“Waduh… sayang banget, coba mas belum punya istri pasti mau jadi pacar putri.” Canda Zul kepada putri.

“Memang kalau punya istri gak boleh pacaran ya mas?” Putri malah balik tanya.

Membaca chat Putri dengan kalimat tanya seperti itu, Zul seperti ingin membenturkan kepalanya ke dinding disebalahnya karena shock, dia berfikir keras untuk menjawab pertanyaan itu.

“Ya boleh-boleh aja sih, tapi kan kurang baik juga kan mas juga sudah punya anak.” Jawab Zul mencoba mengendalikan diri.

“Ya kalau mas gak mau, ajari Putri biar ada cowok yang suka sama putri, besok mas jualan lewat sini lagi kan?” Putri meminta kepastian ke Zul.

“Iya dek Putri, besok mas akan jualan lewat daerahmu kok.” Jawab Zul memberikan kepastian.

Setelah itu Zul pamitan untuk tidur untuk kedua kalinya, dan Putripun mengiyakan dan berjanji akan langsung tidur malam itu.

Malam pun berakhir dalam Kisah Cerita Dewasa Istri Selingkuh

Keesokan harinya Zul bangun memasak dan berangkat berjualan cilok seperti biasanya, dia kebetulan dibawakan dagangan lebih sedikit dari hari sebelumnya. Karena sedang beruntung dagangannya pun tinggal beberapa porsi dan saat itu baru pukul 10 siang lebih sedikit.

Dia berniat menuju ke Desa Papasan yaitu desa Putri, dengan niat ingin menghabiskan dagangannya disana dan bertemu Putri. Sampai lah Zul di pos depan rumah Putri, dan Putri pun menghampiri Zul untuk beli Cilok.

Zul sengaja menyisakan satu porsi untuk diberikan kepada Putri, setelah memberikan cilok kepada Putri, putri pun langsung balik menuju rumahnya, sebelum dia masuk rumah dia berhenti sejenak dan mengetik pesan yang ternyata itu adalah pesan WA yang dikirimkan ke Zul berisi ajakan mampir, Zul pun mengiyakan dan membawa sepeda motor yang ia gunakan berjualan untuk diparkir di depan teras rumah Putri.

“Kok disini sepi banget ya desanya…” kata Zul membuka percakapan.

“Iya mas, orang sini rata-rata kerjanya di perantauan, jadi siang malam ya sepi seperti ini.” jawab Putri

“oh iya mas, mas mau minum apa? mau kopi atau teh?” tanya putri menawarkan minum.

“Gak usah repot-repot dek Putri, air putih saja cukup.” jawab Zul.

“Ya sudah, sebentar tak ambilkan air putih di kulkas dulu.” Kata putri sambil melangkah kebelakang untuk ambikan air minum.

Tak lama putri pun kembali membawa air minum di botol dan sebuah gelas dan menaruhnya di depan Zul.

“silahkan diminum mas, Putri mau makan Cilok dulu.” kata putri mempersilahkan.

Zul pun langsung menuang minum dan meminumnya, dan putri segera melahap cilok yang ada ditangannya sampai hampir habis.

Cilok terahir yang ada dimulut putri sepertinya sengaja tak segera ia makan, tapi malah dimainkan dalam mulutnya sambil menatap tajam ke Zul, Sontak Zul salah tingkah gak tau harus bagaimana.

“Kok dek Putri makan ciloknya kayak gitu, jorok ah…” kata Zul merasa geli melihat kelakuan Putri.

Putri pun segera mengunyah dan menelan cilok terahir dimulutnya dengan segera.

“katanya mas mau ngasih tau cara biar Putri disukai cowok, sekarang kasih tau Putri dong apa yang biasanya disukai dan diharapkan cowok dari seorang perempuan.” kata Putri menagih janji.

“Mas malah bingung harus mulai darimana, memang putri pengen tau dari hal mana dulu?” jawab Zul namun dia seperti merasa bingung.

“Mas kan sudah punya istri, memang mas paling suka kalau diapain istri mas?” Putri bertanya lagi sambil menatap tajam ke Zul.

“Memangnya mas harus bilang ya, kan itu urusan suami istri.” Jawab Zul sambil garuk-garuk kepala.

“Harus kasih tau dong, kan mas sudah janji mau ngasih tau apa yang cowok suka, biar aku bisa belajar.” Kata putri menegaskan.

“yaudah mas kasih tau, mas itu paling suka kalau itu mas di emut sambil dimainin pakai lidah.” Jawab Zul agak ragu karena malu.

“kayak gimana sih, Putri bingung gak bisa bayangin.” Putri berkata sambil menengadah keatas seolah berusaha membayangkan.

“ya emang gak bisa dibayangkan, bisanya tau ya dipraktekkan.” Canda Zul melihat wajah bingung Putri.

“emang mas mau dibuat bahan praktek Putri?” tanya putri sambil menatap tiba-tibah kearah Zul.

Zul merasa seperti kejatuhan sekarung belut listri mendengar pertanyaan itu keluar dari bibir mungil Putri.

“Emh… boleh aja, tapi emang Putri berani?” Zul menjawab agak ragu namun seperti mengharap putri menjawab Mau.

Siapa coba yang tak tergoda melihat gadis berkulit putih berparas cantik dengan tubuh khas remaja yang baru saja berumur 18 tahun yang masih minim pengalaman menghadapi cowok. Hal ini dimanfaatkan Zuli dan berniat ingin melakukan selingkuh.

“brani, jangan menghina lah mas. Aku tinggal dirumah sendiri aja berani kok…” jawab putri membela diri.

“terus mau langsung praktek sekarang? gak takut ketahuan orang?” Zul berkata sambil tengok kanan kiri.

“tenang aja mas, disini itu sepi kayak gini terus, gak bakalan ada orang datang kok, kalau ada yang mau datang pasti saudara jauh dan pasti ngabari lebih dahulu.” jawab putri meyakinkan soal keadaan.

“ya sudah, ayo kalau mau mulai praktek.” Kata zul mengajak memulai praktek menghisap batang.

Putri dengan segera mendekat ke Zul dan kepalanya langsung menatap kearah batang Zul yang ternyata sudah menegang dari tadi.

“ini yang buka cealana mas sendiri atau Putri bantu bukain?” tanya putri tak sabar.

“biar mas buka sendiri aja..” jawab Zul sembari membuka kancing celana dan menurunkan zipper dicelananya dan mengeluarkan batangnya yang tegang dan hangat.

Dan Putri kaget menatap kemaluan Zul yang tegang dan besar berdiri tegap layaknya tentara yang memakai helm dan siap bertempur.

“Mas kok besar banget, muat gak ya masuk mulut putri.” kata putri sambil memelototi si tentara mungil.

“ya coba aja dulu, muat kok pasti.” jawab Zul meyakinkan.

Putri pun segera memegang dan membuka mulut, awalnya dia ragu untuk memasukkannya kedalam mulutnya, namun tangan Zul mendorong kepala Putri agar dia segera memasukkan batang Zul kedalam mulutnya.

Zul seperti terbakar birahi tingkat maksimum merasakan hangatnya mulut Putri mengulum batangnya, Putri menghisap-hisap layaknya gadis kecil menghisap permen lolipop.

Putri melepas hisapannya lalu berkata “mas kok itunya seperti berdenyut-denyut ya, denyutannya rasanya kayak membuat aku merasakan sensasi yang aku gak bisa jelaskan.”.

“ya memang seperti itu Put, kamu suka gak?” zul bertanya.

“suka mas, aku suka rasanya seperti merasa enak dan geli” putri menjawab dan kembali memasukkan batang Zul lagi kemulutnya.

Kali ini dia mulai menemukan caranya menikmati mengulum barang Zul, dia menaik turunkan kepalanya sambil menghisap kuat-kuat di ujung helm si tentara kecil.

Zul seperti ingin melayang dan menahan kenikmatan itu agar tidak teriak secara spontan karna takut ketahuan orang disekitar.

“Mas kok berdenyutnya semakin kuat, mas gak apa-apa kan.” tanya Putri sambil menatap ke arah wajah Zul.

“itu tanda kalau mas mau keluar sperma, terusin aja dek Putri, ini mas lagi menikmati kok.” jawab Zul.

“nanti berarti keluarnya di dalam mulut Putri?” putri melempar tanya lagi.

“heem Putri, soalnya kalau keluar di dalam mulut rasanya lebih enak.” Zul menjawab tapi masih sambil merem menikmati.

Putri kembali mengulum Zul namun kali ini hisapan dan cengkraman tangan Putri semaki kuat, mungkin karena sudah mulai ikut terangsang hebat.

Ketika kuluman putri makin cepat dan kuat, Zul mengejang dan meregang-regang sepertinya akan keluar menuju puncak.

“Ah…. Ah… cepetin lagi Put, mas mau keluar nih….” pinta Zul setengah memohon.

Putri pun mempercepat dan memperkuat kulumannya, hingga beberapa detik kemudian…

“ah… owh… Putri…..” gumam dan desah Zul yang ternyata ejakulasi dalam mulut Putri.

“Putri…. hisap… ah…..” desah Zul sambil tak sadar menyentuh dan meraba dada putri yang ternyata mengeras.

Dan Putri pun melepaskan kulumannya karena kemaluan Zul sudah mengendor.

“Mas kok ini ketelan, gimana nih” tanya Putri agak khawatir.

“Loh ketelan?… gak apa-apa sih, gak berpengaruh apa-apa kok.” Zul kaget dan memberikan kalimat penenang ke Putri yang kelihatan khawatir.

“syukur deh kalau aman.” kata Putri agak tenang.

Setelah itu mereka berdua saling membersihkan diri, Zul menutup kembali celananya dan Putri kebelakang kemungkinan mau membersihkan mulutnya.

Setelah Putri kembali, Zul pun bertanya “Tadi gimana rasanya Put?”.

“Kayak lengket mas dimulut..” jawab Putri sambil tersenyum.

“bukan itu, tapi rasanya menghisap punya cowok” Zul melempar tanya lagi.

“Rasanya kayak ada hal aneh dan geli-geli gemes tapi enak, enatah apa rasanya aku bingung gak tau harus nyebutnya apa. Intinya rasanya aku suka…” Putri panjang lebar menerangkan pengalaman pertamanya.

Bagian Lucu dalam Kisah Cerita Seks Dewasa Istri Selingkuh

“bagus deh kalau kamu suka…. Put tapi ini kok rasanya panas ya, duh pasti ini karena kamu tadi makan cilok pedes terus dipakai ngemut….” Zul berkata sambil meringis merasa kemaluannya seperti dilumuri cabe.

“hahahahaha….” Putri tertawa ngakak……

Mereka berdua sama-sama tertawa sambil saling memandang untuk beberapa saat, sampai mereka berdua sama-sama berhenti tertawa karena capek.

“Eh mas, tadi pas tangan mas megang dada Putri kok rasanya enak banget ya…” Putri tiba-tiba menanyakan tentang apa yang dilakukan Zul tadi ketika diemut.

“Yang bagaimana sih…” Zul balik bertanya seolah pura-pura tidak tahu.

“yang kayak gini tadi lho….” kata Putri sambil mendekat dan mengambil tangan Zul dan ditempelkan ke dada Putri.

“Memangnya kamu suka Put? kalau suka kita lanjutkan ke pelajaran tentang kesukaan cowok yang nomor dua.” jelas Zul menawarkan melanjutkan bimbingannya.

“Suka mas, enak banget tadi rasanya…….” jawab putri sambil senyum.

“kalau begitu yuk lanjut, kamu mendekat ke sebelah mas, duduk di sini” Kata Zul sambil mengarahkan tangan ke pangkuannya agar Putri pindah dan duduk di pangkuannya.

…………………………………………..

Kisah Cerita Seks Dewasa Istri Selingkuh dijeda sampai sini dulu, karena penulis sudah ngantuk.

BERSAMBUNG

Baca Lanjutan Kisah Istri Selingkuh Ditengah Pandemi Part 2

Jangan lupa aktifkan notifikasi, agar tidak ketinggalan lanjutan cerita istri selingkuh dan cerita seru dari kisah nyata lainnya.

Tentang Penulis (3)

Administrator

Related Posts